Selasa, 02 Oktober 2012

Cara membuahkan jambu air citra di pot

Di atas dak rumah di bilangan Bekasi, Jawa Barat. Lima tabulampot jambu air?beragam jenis?memamerkan buah silih berganti. Di dahan tabulampot citra bergelayut 20 buah; king rose, 25 buah; dan madura merah, 50 buah. Tanaman setinggi 1?2 m di atas pot semen bervolume 50 l itu seolah berlomba. Siapa paling rajin berbuah? Berkat campuran KCl, minyak ikan kapsul, dan penyedap masakan, kelimanya berbuah sesuai keinginan Andy Kim, sang pemilik.
Cara yang ditempuh Andy Kim untuk membuahkan jambu air memang nyeleneh. Lazimnya, minyak ikan kapsul dipakai untuk suplemen manusia. Pun penyedap masakan yang lebih akrab di kalangan ibu-ibu yang gemar memasak. ?Saya baru mendengar teknik itu. Bila benar-benar berhasil, layak dicoba,? kata Eddy Soesanto, pemilik Tebuwulung Nurseri, di Cijantung, Jakarta Timur.

Dari penelusuran Trubus, beberapa hobiis memang menggunakan minyak ikan untuk tabulampot jambu air. Contohnya, Widartono, hobiis di Jakarta Barat. Ia menyiramkan 10 ml minyak ikan yang dilarutkan dalam seliter air ke tabulampot jambu air setiap minggu. Persoalannya, di kalangan hobiis tak ada yang tahu pasti peran minyak ikan dalam membantu pertumbuhan tanaman. Sementara penyedap masakan lebih sering digunakan penganggrek untuk menyuburkan tanaman.

Logis
Toh, teknik itu terbukti menghasilkan tabulampot jambu air yang rajin berbuah di kediaman Andy. Sejak dicoba pada 2001, cara itu tak pernah gagal. Menurut Wijaya MS, pemilik Kebun Pembibitan Mitra Cipaku, cara yang ditempuh manajer penjualan nasional di sebuah perusahaan farmasi itu sangat logis. ?Minyak ikan mengandung giberelin,? kata mantan peneliti di Kebun Percobaan Buah-buahan, Cipaku, Bogor, itu.

Menurutnya, giberelin dalam dosis rendah berperan memacu pertumbuhan bunga. Sementara penyedap masakan kaya beragam asam amino. Salah satu asam amino itu berupa triptopan. Ia merupakan bahan dasar pembentukan auksin eksogen (auksin yang dibuat di luar tubuh tanaman, red). Dalam dosis dan waktu tepat, auksin yang diberikan pada tanaman dapat memacu pertumbuhan bunga. ?Pemberian minyak ikan dan penyedap makan sekaligus berarti memadukan auksin dan giberelin,? tutur Wijaya.

Pendapat Wijaya itu diamini Lanny Lingga, pemilik Seederama Nurseri. Menurutnya, auksin dan giberelin dapat dipadukan untuk merangsang pembungaan sepanjang dosisnya tepat. ?Bila tidak tepat, hasilnya bisa melenceng,? katanya. Contohnya, giberelin. Dalam dosis berlebih, ia membuat pertumbuhan tanaman tidak terkendali, cenderung meraksasa.

Untuk mendapatkan ramuan auksin dan giberelin tepat, Andy menemukannya secara tak sengaja. Ketika itu ada sisa 5 kapsul minyak ikan yang kedaluarsa. Iseng-iseng ia melarutkannya dalam 5 liter air, lalu menambahkan sebungkus penyedap masakan setara 5 g. Tanpa diduga, dalam sebulan daun-daun jambu berubah menjadi lebih kokoh. Tunas bakal bunga pun mulai bermunculan. Ingin sukses membuahkan tabulampot jambu air? Inilah jurus jitu Andy Kim.

Media tepat
Menurut Andy, kunci utama agar jambu air tumbuh sehat dan dapat dibuahkan ialah media tanam yang tepat. Ia menggunakan media kompos dan cocopeat dengan perbandingan 4:1. Tanah merah hanya digunakan sebagai pelengkap. Cukup 1?2 genggam sebagai perekat. ?Ini komposisi yang saya sukai, tapi bukan paduan baku,? kata kelahiran Medan 48 tahun silam itu. Media itu dipilih karena porous (mudah mengalirkan air,red) dan mudah didapat.

Di bagian dasar pot diberi pecahan bata merah setebal 3?5 cm yang telah direndam minyak ikan selama 2 hari 2 malam. Enam kapsul minyak ikan dipecah dan dilarutkan dalam 5 l air. Larutan itulah yang digunakan untuk merendam. Tujuannya agar pori-pori bata merah menyerap larutan minyak ikan dan penyedap masakan. Diharapkan ketika perakaran jambu air menyentuh dasar pot, maka ia akan bersentuhan dengan bata merah yang sudah diperkaya zat pengatur tumbuh asal minyak ikan dan penyedap masakan.

Di atas lapisan pecahan bata merah, tambahkan lapisan sekam bakar setebal 3 cm. Sebelumnya, sekam bakar dicampur dengan pasir 1 genggam. Setelah itu barulah media tanam dimasukkan, tebalnya sekitar 3?4 cm. Masukkan bibit jambu air setinggi 75 cm di tengah-tengah pot, lalu tambahkan media tanam di sekelilingnya. Padatkan media itu dengan tangan agar bibit tumbuh tegak. Setelah penanaman selesai, siramkan sisa larutan minyak ikan yang dipakai merendam pecahan batu bata.

Cahaya penuh
Andy meletakkan tabulampot itu di atas dak rumah. ?Jambu air memang membutuhkan cahaya penuh, tapi cukup air,? ujar Wijaya. Agar kebutuhan air tercukupi, mula-mula Andy menyiram 2 kali sehari selama seminggu. ?Agar tanaman tidak stres,? kata Andy. Setelah itu penyiraman dikurangi menjadi sehari sekali selama sebulan. Bulan berikutnya?selama 3 minggu?pemberian air dikurangi lagi menjadi 2 hari sekali.

Pada saat tanaman berumur 2 bulan, pemain gitar klasik itu menambahkan hara. Yaitu, NPK 15:15:15 sebanyak 2 sendok makan; KCl 1 sendok makan, minyak ikan 5 kapsul dan sebungkus penyedap masakan bergambar mangkok merah?setara 5 g. Larutkan bahan-bahan tersebut dalam 5?6 l air lalu siramkan pada media. Tambahkan pula kotoran kambing secukupnya?sekitar 3 l?pada media tanam. Lakukan penyiraman seperti biasa 2 hari sekali selama 6 bulan. Tunas air dan bunga yang muncul dibuang. Perlakuan itu memang bertujuan untuk menyuburkan tanaman.

Enam bulan berikutnya, tanaman tampil prima. Cirinya: daun lebar dan menghijau. Perakaran dan percabangan kokoh. Andy mengulangi perlakuan seperti pada bulan kedua. Yang membedakan, setelah perlakuan itu tabulampot tidak disiram selama 2?3 hari. Pada hari ke-3 perlakuan itu diulangi lagi. Baru setelah itu tanaman disiram sehari 2 kali, pagi dan sore. Lazimnya, bunga muncul setelah 45?50 hari. Rata-rata bunga jambu air?tergantung varietas?menjadi bakal buah setelah 1,5 bulan. Sebulan kemudian buah matang sudah bisa dinikmati. ?Selama itu penyiraman jangan pernah putus. Tetap sehari 2 kali,? kata Andy menutup percakapan. (Destika Cahyana)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar