Minggu, 30 September 2012

sawo, Sudah Besar, Manis Pula

Martapura sohor sebagai Kota Intan. Kota itu juga pantas mendapat julukan Kota Sawo.
Di Martapura hampir setiap rumah punya pohon sawo, makanya disebut juga Kota Sawo,” kata pekebun buah di Kotamadya Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Andy Putra Barito. Sawo binjai dapat diperoleh hampir setiap waktu karena pohon berbuah sepanjang tahun. Populasi sawo bahkan menyebar hingga ke Kota Banjarbaru yang berbatasan langsung dengan Martapura di bagian selatan. Di Kabupaten Banjar tumbuh 7.426 sawo binjai, 1.194 tanaman di antaranya berproduksi menghasilkan 397 ton per tahun.

Sebutan binjai bukan mengacu pada nama daerah di Provinsi Sumatera Utara, tetapi merujuk pada buah binjai Mangifera caesia. Masyarakat menyematkan nama buah itu karena sosok sawo memang besar, meski tak sebesar buah binjai. Bobot sawo binjai 110-200 g per buah dengan rata-rata 125 g. Ukuran itu setara dengan sawo landa mbou asal Bima, Nusa Tenggara Barat yang juga jumbo. Bobot sawo lain pada umumnya 50-100 g per buah.



Tambah stamina 
Buah besar itu bukan hasil budidaya secara intensif di kebun nan luas dengan perawatan intensif. Masyarakat menanam pohon anggota keluarga Sapotacea itu di pekarangan rumah dan tanpa perawatan berarti. Masyarakat Banjar menanam sawo binjai di pekarangan rumah agar mudah memetik. “Kebetulan ia tergolong bandel. Siapa pun, tanpa keahlian khusus bisa menanamnya,” kata Dr Achmadi MS, mantan kepala Balai Penelitian Tanaman Buah (Balitbu), Solok, Sumatera Barat.

Sawo binjai mampu tumbuh di dataran rendah hingga dataran tinggi 2.500 meter di atas permukaan laut. Sawo binjai juga tahan kekeringan. Menurut budayawan di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, Hasan Zainuddin, masyarakat Banjar dan suku Dayak, meyakini buah sawo mampu meningkatkan stamina tubuh. “Di zaman perjuangan dulu, para gerilyawan di Kalimantan mengonsumsi sawo dengan gula merah sebelum berperang. Mereka merasa lebih segar dan bersemangat,” tutur Hasan. Para pejuang masa silam juga lebih tahan menghadapi cuaca dingin Kalimantan setelah menyantap sawo.

Ahli gizi dari Departemen Gizi Masyarakat dan Sumberdaya Keluarga, Institut Pertanian Bogor, Prof Emma S Wirakusuma, mengatakan bahwa setelah menyantap sawo tubuh terasa bertenaga karena gula sawo tergolong sederhana. “Bentuknya fruktosa dan sukrosa. Keduanya pati sederhana yang begitu masuk dalam tubuh langsung menjadi energi,” kata Emma.

Pemilik nurseri Arta Barokah, di Banjarbaru, Harjito pernah mengukur kadar kemanisan sawo binjai dengan refraktometer. Kadar gula sawo binjai 160 briks. “Ini lebih manis dibanding sawo yang pernah saya cicip,” kata Harjito. Ia kian istimewa karena daging buah kering. Lazimnya sawo lain manis tapi lembek dan becek di lidah. Sawo juga kaya mineral kalium (K) yang menjadi pengganti ion saat ion tubuh terkuras. Kalium dalam sawo mencapai 193 mg/100 g.

Bandel
Menurut Dr Moh Reza Tirtawinata MS, pakar buah di Bogor, Jawa Barat, nama sawo binjai kurang populer di tingkat nasional. “Ia jagoan buah lokal yang hanya terserap di pasar setempat. Di tingkat nasional belum teruji,” kata Reza. Nasibnya sama dengan sawo istimewa lain seperti sawo sukatali, sawo blambangan, sawo ijen, dan sawo land mbow yang hanya populer di daerah masing-masing.

Masa simpan sawo-sawo lezat itu pendek, hanya 3-4 hari, membuatnya sulit dipasarkan ke luar daerah. Meski demikian belakangan 1-2 pekebun mulai membudidayakan sawo binjai secara komersial. “Saya sedang uji coba pohon induk di lahan kritis, ternyata berbuah sepanjang tahun. Saat ini sedang diperbanyak untuk perluasan kebun 1 ha,” kata Nuriansyah, pemilik Iron Farm di Banjarbaru. Kelak, sawo binjai tak hanya dipetik dari pekarangan rumah, tapi juga dari kebun-kebun komersial. (Ridha YK, kontributor Trubus di Kalimantan Selatan)


Keterangan Foto :
Banjarbaru dan Martapura, sentra sawo binjai
Bobot buah rata-rata 125 g
Suku Banjar dan Suku Dayak percaya sawo meningkatkan stamina tubuh sehingga banyak ditanam di pekarangan
Kadar kemanisan 16O briks
Dapat ditemui hampir setiap waktu karena berbuah sepanjang tahun
Sawo sukatali unggulan Sumedang, Jawa Barat

artikel dari trubusonlinecoid

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar